Interaktif

Praktikum 5: Konfigurasi SCM dan Pembelian Berbasis Kebutuhan Material

Indikator: konfigurasi modul SCM dan pembelian. Perusahaan memproduksi 300 unit produk dan ingin selesai dalam enam hari kerja.

Tahap 1: Konfigurasi Data Master

Data masterIsi
Produk jadiProduk X (1 jenis), satuan unit
Bahan bakuBahan A dan Bahan B, satuan unit
Bill of Materials (BOM)1 Produk X = 3 unit Bahan A + 2 unit Bahan B
GudangGudang utama (lokasi stok bahan baku)
PemasokPemasok A (Bahan A), Pemasok B (Bahan B)
Waktu pengadaanBahan A = 4 hari kerja, Bahan B = 7 hari kerja
Satuan pengukuranUnit
Aturan pemesananLot-for-lot: pesan sesuai kekurangan bersih, tanpa stok pengaman (bisa ditambah jika diperlukan)

Alur SCM

flowchart TD
  A["Perencanaan kebutuhan material
(BOM x jumlah produksi)"] --> B{"Stok + pesanan terbuka
cukup?"} B -- "Ya" --> C["Tidak perlu beli
reservasi stok untuk produksi"] B -- "Tidak" --> D["Buat Purchase Request
sebesar kekurangan bersih"] D --> E{"Disetujui?"} E -- "Tidak" --> D E -- "Ya" --> F["Terbitkan Purchase Order
ke pemasok"] F --> G["Penerimaan barang (GR)
stok bertambah"] G --> H["Pencatatan utang
Debit Persediaan / Kredit Utang Usaha"]

Tahap 2: Perhitungan Kebutuhan

Nilai di bawah sudah diisi sesuai soal. Ubah angkanya jika dosen memberi data berbeda, hasil dihitung ulang otomatis.

Data Masukan

Kebutuhan Bruto dan Bersih

BahanPerhitungan brutoBrutoStokPesanan terbukaBersih (kurang)
Asumsi Pesanan yang belum diterima boleh dipakai bila tiba sebelum bahan itu dibutuhkan. Pada data soal, pesanan Bahan A 100 unit dianggap tiba dalam waktu pengadaan 4 hari kerja, masih di dalam jendela produksi 6 hari. Jika tanggal tibanya tidak pasti, hilangkan centang di atas, maka kebutuhan bersih Bahan A naik sebesar pesanan itu.

Tahap 3: Simulasi Permintaan Pembelian

Kebutuhan produksi diubah sistem menjadi rekomendasi pengadaan, lengkap dengan tanggal paling lambat memesan dan pemeriksaan terhadap batas waktu produksi.

No. PRBahanJumlahWaktu pengadaanStatus terhadap jadwal

Tahap 4: Penerimaan Barang Sebagian

Simulasi Goods Receipt

Utang usaha hanya dicatat sebesar barang yang benar-benar diterima. Sisa pesanan tetap terbuka dan masih dihitung sebagai pasokan yang akan datang.

Tahap 5: Pemasok Bahan B Terlambat

Kondisi baru: pemasok B baru bisa mengirim dalam 8 hari kerja, sedangkan produksi harus selesai dalam 6 hari kerja.

Simulasi Keterlambatan

Pilihan Tindakan

OpsiKelebihanRisiko
Cari pemasok alternatif / pembelian ekspresBisa memenuhi jadwal penuhHarga lebih mahal, kualitas pemasok baru belum teruji
Transfer stok dari lokasi lainCepat dan murah bila stok tersediaStok lokasi lain bisa terganggu
Susun ulang jadwal (produksi bertahap)Lini tetap berjalan, tidak ada biaya ekstraPengiriman penuh terlambat
Keputusan Jalankan pemasok alternatif dan transfer stok secara paralel. Jika keduanya gagal sebelum batas keputusan, jalankan produksi bertahap: produksi tahap 1 memakai stok Bahan B yang ada, sisanya diproduksi setelah Bahan B datang, dan pelanggan diberi tahu soal pengiriman bertahap. Alasan: risiko terbesar adalah lini berhenti total, jadi opsi yang menjaga produksi tetap jalan diutamakan walaupun ada biaya tambahan.

Riwayat Simulasi (Terhubung Database)

Bukti yang Dikumpulkan